Tanah Rantau, Umi

 

sunset

Umi,

Tahukah kau akan sesuatu yang kupendam telah lama di tanah Jogja ini?

Aku merindumu setiap kali ku jejakkan kakiku pada stasiun kereta nun di Jakarta

Aku tak tahan untuk tak merindu pada setiap lembut yang kau berikan padaku

Sungguh luruh airmataku andaikata aku tak kuat tuk menampungnya

Umi,

Tahukah kau bahwa aku telah belajar banyak di tanah rantau ini?

Betapa setiap pengalaman adalah guru dari segal-gala

Dan aku mendapatkan seluruhnya disini, diterik dan rintik bumantara ini

Kulewati tuk kutempa pribadiku menjadi sebuah kebanggaan bagimu

Umi,

Tahukah bahwa jarang sekali puisi tertuliskan tertuju untuk ‘umi’?

Dan kini aku sedang berusaha memvariasikan seluruh huruf yang tersusun ini

Menjadi rangkaian yang indah untuk dibaca oleh mata indahmu

Menjadi melodi yang tak asing lagi mengalun di benakmu

Umi,

Tahukah satu rahasia lagi yang belum sempat kusampaikan padamu?

Aku berjuang menegakkan harga diri demi nama baikmu yang kan terpancang

Dan kuharap kan teringat disetiap benak seluruh insan

Bahwa engkau adalah seorang ibu dari aku yang dibanggakan

Umi,

Tahukah kau bahwa seluruh ambisiku ingin kupadamkan sesegera mungkin?

Mungkin kau akan bertanya mengapa?

Karena ambisi telah merenggut hatiku dan mengibarkan bendera ego

Dan aku tak ingin bermetamorfosa menjadi sosok yang mengerikan

Terkendali oleh iblis ego yang memenjarakan benakku dari putih

Umi,

Tahukah kau bahwa aku temui kisah indah di tanah Jogja ini?

Harap-harap tidak akan ada yang menyakitiku di tanah ini

Jangan sampai seseorang pun menyiakan seluruh perasaanku

Ia yang telah menjadikan hari di sini bahagia

Dan kuharap kau tahu bahwa aku senantiasa menantikan hadirnya

Umi,

Tahukah kau jikalau aku mengharapkan sebuah kepulangan?

Yang panjang tanpa perlu kunaiki kembali kereta untuk meninggalkan kampung

Kepulangan yang mengantarkanku pada kenyamanan

Tengah kunantikan hari dimana aku berjanji kan mengabdi padamu

Umi,

Sungguh obati rasa rinduku ini dan sapalah aku dengan bahagia di wajahmu

Janji padaku tuk takkan mengecewakanmu, sungguh

Maka nantikanlah kemapananku diusia yang masih terbentang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: